Membuat boneka kodok dari botol plastik bekas ini dapat digunakan untuk menyimpan barang seperti pernak-pernik, koin, kelereng, bolpoin, dan lain-lain. Seperti inilah langkah-langkah membuatnya.
A. Bahan-bahan:
-Selotip
-2 buah botol plastik bekas minuman yang sama bentuknya
-Pisau cutter dan gunting
-Meteran kain
-Spidol marker
-Pushpin
-Handuk (opsional)
-Zpper tas 12-inch
-Jarum bordir dan benang
-Gabus penutup botol
-Kuas dan cat akrilik hijau
-Lem dan googly mata (ukuran 1/2-inch)
B. Proses pembuatan:
Untuk membuat boneka kodok dari botol plastik bekas, ukurlah dengan meteran kain lalu tandai dengan spidol marker sebagai penanda ukuran, lalu potonglah botol sekitar 2 1/2 inchi dari bagian bawah. Untuk membuat boneka kodok lebih tinggi, potonglah botol itu sekitar 3 1/2 inchi dari bagian bawah. Dengan cutter atau gunting, potong masing-masing botol disepanjang tepi garis yang telah ditulis dengan spidol.
-Menggunakan spidol tandai 1/2 inchi dari tepi botol yang telah digunting dengan garis putus-putus. Lubangi melalui tanda masing-masing dengan pushpin.
-Tutup risleting dan pasanglah disekitar satu botol bekas yang telah dipotong, dengan menggunakan selotip untuk menahannya tetap di tempat. Siapkan jarum dengan benang lalu jahitlah risleting ke botol mulai dari dalam dan menarik benang keuar dari lubang-lubang. Setelah dijahit sekelilingnya, simpul benang kemudian potong benang yang berlebih. Buka risleting dan jahitlah botol kedua dengan cara yang sama.
-Untuk membuat mata, gunakan pisau untuk memotong gabus penutup botol menjadi setengah. Cat gabus dan tunggu hingga kering, kemudian lem pada mata googly. Setelah itu rekatkan ke botol yang telah dijahit.
-Untuk menutupi bekas jahitan, anda dapat memakai selotip yang berwarna dan rekatkan ke sekeliling botol lalu di cat.
Ini hanya sekedar tips memanfaatkan botol plastik bekas menjadi barang yang berguna. Thanks..
Jumat, 15 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Daur Ulang Sampah Plastik
Plastik adalah material yang sering kita jumpai sehari-hari.
Banyak produk yang menggunakan bahan plastik, baik untuk kemasan maupun bahan
dasar. Plastik banyak digunakan karena memiliki kelebihan dengan sifatnya yang
ringan, tahan air dan harganya yang relative murah serta terjangkau oleh semua
kalangan masyarakat. Dengan keunggulan itulah plastik banyak digemari dan
banyak digunakan dalam hampir semua aspek kehidupan manusia. Akibatnya sampah
yang berasal dari plastik jumlahnya akan semakin bertambah. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan alam jika jumlahnya melebihi ambang batas. Ada 3 jenis sampah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu:
1 .Polietilena, yang biasanya digunakan pembungkus makanan, jus dan tirai plastik.
2. High Density Polyethylene, biasa digunakan dalam tangki bahan bakar kendaraan, kemasan deterjen, dan pipa air.
3. Polipropilenia, biasa digunakan dalam produk-produk yang menggunakan fiberglass.
Ada beberapa prinsip yang digunakan dalam pengolahan sampah plastik, yaitu:
1. Reduce (mengurangi)
Mengurangi maksudnya sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2. Reuse (menggunakan kembali)
Sebisa mungkin kita memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang yang disposable (sekali pakai, buang)
3. Replace (mengganti)
Mengganti maksudnya teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
Ada beberapa pengolahan sampah plastik yang diterapkan dalam masyarakat, akan tetapi kami hanya mengambil 2 contoh pengolahan sampah plastik, yaitu pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik dan pengolahan sampah plastik menjadi produk jadi (souvenir)
1. Pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik
Tahapan-tahapan pendaurulangan sampah plastik menjadi biji plastik :
a. Pemisahan, sampah plastik harus dipisahkan dari material sampah lainnya. Misalnya memisahkannya dari sampah organik atau kertas.
b. Pemotongan, sampah plastik yang sudah dipisahkan kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan. Jika akan diolah menjadi biji plastik, sampah plastik ini harus dipotong kecil-kecil untuk mempermudah proses pengolahannya.
c. Pencucian, sampah plastik yang sudah menjadi potongan-potongan ini harus dicuci untuk membersihkannya dari zat-zat tertentu yang tidak dibutuhkan atau dapat mengganggu proses pengolahannya. Contoh zat tersebut adalah besi.
d. Penggilingan, setelah dicuci sampah plastik kemudian digiling agar mnejadi plastik. Tanda bahwa biji plastik yang dihasilkan melalui penggilingan memiliki kualitas bagus adalah dari mengapung tidaknya biji plastik tersebut diatas air.
d. Biji plastik yang telah diolah inilah yang akan dikirim ke pabrik pengolahan produk-produk daur ulang.
2. Pengolahan sampah plastik menjadi produk jadi (souvenir)
a. Peralatan yang dibutuhkan :
-Tong kapasitas 100 liter untuk menampung bahan baku plastik yang sudah dihancurkan.
-Kompor semawar, untuk pemanasan/pelelehan bahan baku.
-Dua batang besi yang berukuran 4 m yang berfungsi sebagai tuas pengungkit.
-Matras, agar produk yang dihasilkan bagus, setiap produk yang telah dicetak harus di press dengan menggunakan matras.
-Gergaji, alat ini digunakan untuk merapikan produk agar sesuai dengan bentuknya.
-Mesin amplas, pada saat pengamplasan akan lebih cepat dan efisien jika kita menggunakan mesin.
-Alat pendingin atau kipas angin untuk menjaga kondisi suhu pada tungku/tong dan alat press agar tetap stabil.
-Alat semprot, untuk menyimpan cat atau pernis yang akan disemprotkan diseluruh permukaan produk souvenir.
-Kompresor listrik, untuk menyemprotkan cat dan pernis ke seluruh permukaan benda.
b. Tahap-tahap pengerjaan:
-Bahan baku plastik dimasukkan dalam tong besar.
-Setelah pengumpulan bahan baku selesai, dimulailah langkah pemanasan hingga mencair.
-Setelah pemanasan, diteruskan pencetakan bahan baku yang telah menjadi cairan kental dimasukkan ke dalam tuas pengungkit.
-Langkah selanjutnya adalah proses pengepresan dengan alat press matras.
-Proses berikutnya adalah pemotongan. Dalam proses ini produk dirapikan dengan memotong bagian-bagian tepinya.
-Setelah proses pemotongan lalu pengamplasan. Proses ini dilakukan agar setiap produk yang akan di cat sudah halus.
-Langkah berikutnya adalah pengecatan. Langkah pengecatan menggunakan mesin memerlukan kecermatan yang cukup tinggi karena pengecatan yang ceroboh akan meninggalkan jejak penumpukan cat di permukaan produk yang dibuat. Proses ini sebaiknya dilakukan saat hari sedang cerah.
-Langkah yang terakhir adalah pemernisan. Langkah inilah yang menjadikan produk terlihat menarik. Pemernisan menjadikan warna yang masih kusam menjadi mengkilap. Proses ini sebaiknya dilakukan saat hari cerah agar produk yang sudah disemprot pernis mudah kering. Dan akhirnya produk siap dibungkus/dipak sebelum dipasarkan.
Sekiranya cukup sekian kawan artikel dari kami... :)
1 .Polietilena, yang biasanya digunakan pembungkus makanan, jus dan tirai plastik.
2. High Density Polyethylene, biasa digunakan dalam tangki bahan bakar kendaraan, kemasan deterjen, dan pipa air.
3. Polipropilenia, biasa digunakan dalam produk-produk yang menggunakan fiberglass.
Ada beberapa prinsip yang digunakan dalam pengolahan sampah plastik, yaitu:
1. Reduce (mengurangi)
Mengurangi maksudnya sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2. Reuse (menggunakan kembali)
Sebisa mungkin kita memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang yang disposable (sekali pakai, buang)
3. Replace (mengganti)
Mengganti maksudnya teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
Ada beberapa pengolahan sampah plastik yang diterapkan dalam masyarakat, akan tetapi kami hanya mengambil 2 contoh pengolahan sampah plastik, yaitu pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik dan pengolahan sampah plastik menjadi produk jadi (souvenir)
1. Pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik
Tahapan-tahapan pendaurulangan sampah plastik menjadi biji plastik :
a. Pemisahan, sampah plastik harus dipisahkan dari material sampah lainnya. Misalnya memisahkannya dari sampah organik atau kertas.
b. Pemotongan, sampah plastik yang sudah dipisahkan kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan. Jika akan diolah menjadi biji plastik, sampah plastik ini harus dipotong kecil-kecil untuk mempermudah proses pengolahannya.
c. Pencucian, sampah plastik yang sudah menjadi potongan-potongan ini harus dicuci untuk membersihkannya dari zat-zat tertentu yang tidak dibutuhkan atau dapat mengganggu proses pengolahannya. Contoh zat tersebut adalah besi.
d. Penggilingan, setelah dicuci sampah plastik kemudian digiling agar mnejadi plastik. Tanda bahwa biji plastik yang dihasilkan melalui penggilingan memiliki kualitas bagus adalah dari mengapung tidaknya biji plastik tersebut diatas air.
d. Biji plastik yang telah diolah inilah yang akan dikirim ke pabrik pengolahan produk-produk daur ulang.
2. Pengolahan sampah plastik menjadi produk jadi (souvenir)
a. Peralatan yang dibutuhkan :
-Tong kapasitas 100 liter untuk menampung bahan baku plastik yang sudah dihancurkan.
-Kompor semawar, untuk pemanasan/pelelehan bahan baku.
-Dua batang besi yang berukuran 4 m yang berfungsi sebagai tuas pengungkit.
-Matras, agar produk yang dihasilkan bagus, setiap produk yang telah dicetak harus di press dengan menggunakan matras.
-Gergaji, alat ini digunakan untuk merapikan produk agar sesuai dengan bentuknya.
-Mesin amplas, pada saat pengamplasan akan lebih cepat dan efisien jika kita menggunakan mesin.
-Alat pendingin atau kipas angin untuk menjaga kondisi suhu pada tungku/tong dan alat press agar tetap stabil.
-Alat semprot, untuk menyimpan cat atau pernis yang akan disemprotkan diseluruh permukaan produk souvenir.
-Kompresor listrik, untuk menyemprotkan cat dan pernis ke seluruh permukaan benda.
b. Tahap-tahap pengerjaan:
-Bahan baku plastik dimasukkan dalam tong besar.
-Setelah pengumpulan bahan baku selesai, dimulailah langkah pemanasan hingga mencair.
-Setelah pemanasan, diteruskan pencetakan bahan baku yang telah menjadi cairan kental dimasukkan ke dalam tuas pengungkit.
-Langkah selanjutnya adalah proses pengepresan dengan alat press matras.
-Proses berikutnya adalah pemotongan. Dalam proses ini produk dirapikan dengan memotong bagian-bagian tepinya.
-Setelah proses pemotongan lalu pengamplasan. Proses ini dilakukan agar setiap produk yang akan di cat sudah halus.
-Langkah berikutnya adalah pengecatan. Langkah pengecatan menggunakan mesin memerlukan kecermatan yang cukup tinggi karena pengecatan yang ceroboh akan meninggalkan jejak penumpukan cat di permukaan produk yang dibuat. Proses ini sebaiknya dilakukan saat hari sedang cerah.
-Langkah yang terakhir adalah pemernisan. Langkah inilah yang menjadikan produk terlihat menarik. Pemernisan menjadikan warna yang masih kusam menjadi mengkilap. Proses ini sebaiknya dilakukan saat hari cerah agar produk yang sudah disemprot pernis mudah kering. Dan akhirnya produk siap dibungkus/dipak sebelum dipasarkan.
Sekiranya cukup sekian kawan artikel dari kami... :)
Minggu, 10 November 2013
Cara Pembuatan Bioetanol
Artikel ini akan membahas daur ulang limbah organik menjadi
bioetanol.
Saat ini bioetanol yang dihasilkan menggunakan bahan pangan
sebagai bahan dasar untuk pembuatannya. Misalnya ubi, jagung, tebu, kayu, nipah
dan lainnya. Namun membuatan bioetanol dengan bahan tersebut dapat
mengakibatkan krisisnya bahan pangan yang ada. Karena pembuatan bioetanol
memerlukan bahan baku dengan jumlah yang tidak sedikit. Untuk itu kita perlu
mencari bahan pengganti untuk pembuatan bioetanol agar tidak terjadi krisis
pangan. Misalnya kita dapat menggunakan
sampah organik untuk pembuatan bioetanol. Selain karena dapat mencegah
terjadinya krisi pangan, dengan penggunaan sampah organic sebaga bahan baku
pembuatan bioetanol kita dapat mengurangi jumlah sampah yang ada. Sehingga kita
dapat mengurangi dampak menumpuknya sampah dilingkungan. Selama ini sampah
organic di lingkungan rumah tangga, restaurant, pasar dan lingkungan perkotaan
maupun pedesaan semakin meningkat. Dari jumlah sampah yang terus meningkat
tersebut, solusi yang ditawarkan ialah gagasan berupa pemanfaatan sampah
organik sebagai bahan baku utama pembuatan bioetanol.
Kini sampah organik seperti limbah sayur-sayuran dan
buah-buahan dapat kita manfaatkan sebagai bahan untuk membuat bioetanol.
Misalnya sampah dari buah semangka, jeruk, papaya, kulit pisang dan lainya.
Selain itu kita juga harus menyiapkan ragi, urea dan NPK. Kemudian sampah
digiling beserta kulit buahnya. Setiap sampah yang digiling tidak boleh
dicampur dengan sampah lainnya. Misalnya sampah pisang harus digiling dengan
sampah pisang, sampah semangka digiling dengan sampah semangka dan seterusnya.
Setelah itu, cairan hasil penggilingan ditampung dalam drum yang memiliki
kapasitas 100 liter. Setiap drumnya hanya berisi satu cairan saja, missal drum
yang berisi cairan semangka harus berisi cairan semangka saja tidak boleh ada
campuran dari cairan sampah yang lain. Cairan tersebut kemudian difermentasikan
selama satu minggu. Kemudian tambahkan 9 keping ragi, 2 sendok makan urea dan 1
sendok makan NPK dalam 100 liter cairan fermentasi. Tetapi khusus untuk cairan
jeruk, kita harus menambah air bersih dengan rasio 1:1. Cairan fermentasi
kemudian disuling menjadi bioetanol. Hasil sulingan yang pertama akan
mendapatkan kadar bioetanol sebesar 40-50%. Bioetanol ini dapat kita gunakan
sebagai bahan bakar kompor. Bila hasil sulingan yang pertama kita suling
kembali, maka kita akan mendapatkan hasil sulingan yang kedua dengan kadar
bioetanol 90%.
Sekian kawan artikel dari kami,,kami tetap akan datang lagi,,see youuuuuu..
Cara Membuat Daur Ulang Kertas
Selama ini kertas-kertas kita anggap sebagai barang yang tidak bernilai yang biasa kita buang begitu saja. Padahal kalau kita bisa mendaur ulang kertas dapat menjadikan sebuah usaha yang menjanjikan. Sampah kertas bisa mempunyai nilai tambah jika diolah dengan benar dan bernilai ekonomi tinggi. Dengan membuat produk dari sampah kertas, kita dapat mengurangi sampah yang dibuat ke lingkungan. Berikut cara-cara mendaur ulang sampah kertas.
Alat daur ulang kertas : ember 2 buah (1 untuk merendam kertas, 1 untuk menampung hasil bubur), blender, cetakan kertas dari 2 bingkai kayu, ukuran kertas sesuai bingkai, sepon, kain, plastik.
Bahan kertas daur ulang : kertas bekas/ koran bekas/ kardus bekas, pewarna, air, daun kering, bunga-bunga kering, rambut jagung (untuk menambah nilai artistik kertas daur ulang).
Cara membuat kertas daur ulang : kertas dihancurkan dengan memotong-motong kecil lalu direndam dengan air, biarkan 1 atau 2 malam dan jangan lupa ganti air bekas rendaman agar kertas tidak bau. Setelah kertas direndam beberapa malam maka kertas akan semakin lunak. Lalu ditiriskan setelah itu diblender, perbandingan kertas dengan air 1:10 setelah menjadi bubur tuangkan ke bak atau ember, usahakan ember agak besar agar cetakan kertas bisa masuk semua kedalam ember.
Bila mau diberi warna, tambahkan pewarna secukupnya lalu kita biarkan selama 1 atau 2 jam agar warna bisa meresap ke bubur kertas tersebut. Lalu mulai kita cetak, sebelum dicetak jika ingin memasukkan pernak-pernik untuk tekstur kertas bisa ditambahkan kulit bawang, rambut jagung, daun bunga kering, dan lain-lain, kedalam air bubur kertas tersebut.
Masukkan cetakan dalam bubur kertas setelah bubur kertas menempel pada cetakan kertas isap dengan memakai spon air yang tersisa lalu bisa dihiasi dengan daun dan bunga bila kita bentuk yang beraturan. Lalu cetakan kita balik dan kertas ditempelkan diatas kain yang telah disediakan, lalu kita jemur dengan sinar matahari sampai kering. Membuat kertas daur ulang sangat tergantung dengan cuaca karena cara pengeringan memakai matahari tidak bisa dengan cara dioven.
Biasanya orang yang memproduksi kertas daur ulang akan membuat sebanyak-banyaknya pada saat musim kemarau dan mempunyai persediaan stok kertas hingga bisa mencukupi saat musim hujan tiba, dimana pada saat itu hasil kertas tidak bisa maksimal padahal permintaan kertas daur ulang banyak.
Hasil daur ulang kertas kering bisa kita gunakan sebagai undangan pernikahan.
Kami rasa sekian dulu pembuatan kertas daur ulang,,dan kami akan datang lagi dengan cara-cara pembuatan sampah anorganik yang lain,,,see you next time..
Alat daur ulang kertas : ember 2 buah (1 untuk merendam kertas, 1 untuk menampung hasil bubur), blender, cetakan kertas dari 2 bingkai kayu, ukuran kertas sesuai bingkai, sepon, kain, plastik.
Bahan kertas daur ulang : kertas bekas/ koran bekas/ kardus bekas, pewarna, air, daun kering, bunga-bunga kering, rambut jagung (untuk menambah nilai artistik kertas daur ulang).
Cara membuat kertas daur ulang : kertas dihancurkan dengan memotong-motong kecil lalu direndam dengan air, biarkan 1 atau 2 malam dan jangan lupa ganti air bekas rendaman agar kertas tidak bau. Setelah kertas direndam beberapa malam maka kertas akan semakin lunak. Lalu ditiriskan setelah itu diblender, perbandingan kertas dengan air 1:10 setelah menjadi bubur tuangkan ke bak atau ember, usahakan ember agak besar agar cetakan kertas bisa masuk semua kedalam ember.
Bila mau diberi warna, tambahkan pewarna secukupnya lalu kita biarkan selama 1 atau 2 jam agar warna bisa meresap ke bubur kertas tersebut. Lalu mulai kita cetak, sebelum dicetak jika ingin memasukkan pernak-pernik untuk tekstur kertas bisa ditambahkan kulit bawang, rambut jagung, daun bunga kering, dan lain-lain, kedalam air bubur kertas tersebut.
Masukkan cetakan dalam bubur kertas setelah bubur kertas menempel pada cetakan kertas isap dengan memakai spon air yang tersisa lalu bisa dihiasi dengan daun dan bunga bila kita bentuk yang beraturan. Lalu cetakan kita balik dan kertas ditempelkan diatas kain yang telah disediakan, lalu kita jemur dengan sinar matahari sampai kering. Membuat kertas daur ulang sangat tergantung dengan cuaca karena cara pengeringan memakai matahari tidak bisa dengan cara dioven.
Biasanya orang yang memproduksi kertas daur ulang akan membuat sebanyak-banyaknya pada saat musim kemarau dan mempunyai persediaan stok kertas hingga bisa mencukupi saat musim hujan tiba, dimana pada saat itu hasil kertas tidak bisa maksimal padahal permintaan kertas daur ulang banyak.
Hasil daur ulang kertas kering bisa kita gunakan sebagai undangan pernikahan.
Kami rasa sekian dulu pembuatan kertas daur ulang,,dan kami akan datang lagi dengan cara-cara pembuatan sampah anorganik yang lain,,,see you next time..
Jumat, 08 November 2013
Pembuatan Pupuk Organik Cair
Limbah organik juga dapat kita olah menjadi pupuk cair.
Pupuk cair memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai penyedia hara dan
memperbaiki lingkungan sekitar tanaman baik secara fisik, kimia maupun
biologai. Pengertian pupuk organik cair sendiri adalah pupuk berfasa cair yang
dibuat dari bahan-bahan organic dengan cara pengomposan. Terdapat 2 macam tipe
pupuk cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik
cair yang dilakukan dengan cara melarutkan pupuk organik cair yang telah jadi atau
setengah jadi kedalam air. Jenis pupuk yang dapat dilarutkan misalnya pupuk
hijau, pupuk kompos, pupuk kandang atau campuran semuanya. Pupuk cair seperti
ini suspense larutannya kurang stabil dan mudah mengendap, sehingga kita tidak
dapat menyimpan pupuk ini dalam jangka waktu yang lama. Biasanya pupuk ini jika
telah jadi maka akan segera digunakan. Kedua adalah pupuk cair yang terbuat
dari bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerobdengan bantuan
organisme hidup. Bahan baku yang digunakan dalam penbuatan dengan cara ini
adalah bahan organik yang belum terkomposkan. Pupu ini bersifat stabil, berbeda
dengan pupuk hasil dari cara yang pertama. Pupuk cair tidak dapat digunakan
sebagai pupuk utama dalam bercocok tanam. Pupuk cair lebih efisien jika
digunakan untuk daun, bunga dan batang dari pada digunakan pada media taman
karena mudah terbawa erosi.
Sebelum kita membuat pupuk cair, kita harus menyiapkan
bahan-bahan terlebih dahulu. Bahan-bahan yang harus kita siapkan adalah 1
karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30kg hijauan (gedebong pisang,
jerami, daun leguminosa), 100 gr gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), dan air
bersih secukupnya. Setelah semua bahan siap, siapkan tong plastik kedap udara
ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, 1 meter selang aerator transparan dengan diameter kira-kira 0,5 cm, botol
plastic aqua ukuran 1 liter dan lubangi tutup botol sebesar ukuran diameter
selang aerator. Potong bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan ke dalam tong dan tambahkan air. Lalu aduk hingga rata. Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga rata. Kemudian tambahkan larutkan bahan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
Tutup tong dengan rapat dan masukkan selang ke tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk, sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
Tunggu hingga 7-10 hari, Jika bau sudah seperti tape adonan sudah matang dan pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaring. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk padat. Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik dan tutup rapat. Pupuk organik cair telah siap digunakan.
Cara penggunaan pupuk cair yaitu dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu, lalu disemprotkan ke tanaman. Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan pada saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif.
Cukup sekian artikel tentang Pembuatan Pupuk Organik Cair. See you next day guys...
Tutup tong dengan rapat dan masukkan selang ke tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk, sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
Tunggu hingga 7-10 hari, Jika bau sudah seperti tape adonan sudah matang dan pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaring. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk padat. Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik dan tutup rapat. Pupuk organik cair telah siap digunakan.
Cara penggunaan pupuk cair yaitu dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu, lalu disemprotkan ke tanaman. Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan pada saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif.
Cukup sekian artikel tentang Pembuatan Pupuk Organik Cair. See you next day guys...
Rabu, 06 November 2013
Cara Pembuatan Pakan Ternak Dari Sampah Organik
Kemarin kami memberikan contoh daur ulang sampah organik untuk pakan ternak. Sekarang kami akan membahas cara pembuatan pakan ternak. Cusss.....
Pembuatan pakan ternak dari sampah organik dimulai dengan pemisahan, pencacahan, fermentasi, pengeringan, penepungan, pencampuran, dan pembuatan pelet. Pemisahan sampah organik dapat dilakukan ditingkat produsen sampah (pasar/rumah tangga) . Limbah pasar merupakan bahan hasil sampingan dari kegiatan manusia yang berada di pasar dan mengandung banyak bahan organik. Limbah pasar jika diolah menjadi pakan dapat menghasilkan daging pada ternak dan pupuk organik dari kotoran ternak. Dengan demikian, nilai tambah yang diperoleh akan lebih tinggi sekaligus dapat memecahkan pencemaran lingungan dan mengatasi kekurang pakan ternak. Limbah pasar salah satunya adalah limbah sayuran. Limbah sayuran adalah bagian dari sayuran atau sayuran yang sudah tidak digunakan atau dibuang. Limbah sayuran terdiri dari limbah daun bawang, seledri, sawi hijau, sawi putih, kol, limbah kecambah kacang hijau, klobot jagung, daun kembang kol, ampas kelapa parut, dan masih banyak lagi. Limbah pasar juga terdapat limbah yang berasal dari buah-buahan, misalnya limbah buah semangka, melon, pepaya, jeruk, nanas, apel, dan lain-lain. Pada pemisahan, sampah organik yang telah dipisahkan selanjutnya di cacah dengan alat atau mesin pencacah agar bentuknya lebih kecil dan untuk memudahkan fermentasi. Fermentasi dimaksudkan untuk meningkatkan kandungan gizi dan nilai cerna sampah, karena kandungan gizi sampah umumnya rendah tetapi serat kasarnya relatif tinggi. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan inokulan bakteri dan cara yang tepat agar diperoleh produk yang bermutu tinggi. Setelah difermentasi, sampah dikeringkan dengan dijemur lalu digiling hingga menjadi tepung. Selanjutnya tepung sampah ditambah bahan lain termasuk enzim dan diaduk dalam mesin pencampur, sehingga diperoleh pakan komplit yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Apabila diperlukan, semua bahan yang sudah dicampur dibentuk pelet. Pelet pakan ternak dapat disimpan hingga 6 bulan.
Keuntungan ekonomi dari daur ulang tersebut menurut hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, menunjukkan bahwa penggunaan pakan komplit berbahan baku sampah sebanyak 1,5% dari bobot badan pada sapi bali selama 5 bulan memberikan pertambahan bobot badan rata-rata 650 gram per hari. Secara ekonomis pemanfaatan sampah untuk pakan ini sangat prospektif mengingat bahan dan biaya produksinya relatif murah. Sedangkan efeknya terhadap pertumbuhan sapi cukup baik. Berdasarkan analisis ekonomi menggemukkan sapi dengan ransum komplit dengan berbahan baku sampah memberikan keuntungan 200% dibandingkan dengan cara tradisional.
Pembuatan pakan ternak dari sampah organik dimulai dengan pemisahan, pencacahan, fermentasi, pengeringan, penepungan, pencampuran, dan pembuatan pelet. Pemisahan sampah organik dapat dilakukan ditingkat produsen sampah (pasar/rumah tangga) . Limbah pasar merupakan bahan hasil sampingan dari kegiatan manusia yang berada di pasar dan mengandung banyak bahan organik. Limbah pasar jika diolah menjadi pakan dapat menghasilkan daging pada ternak dan pupuk organik dari kotoran ternak. Dengan demikian, nilai tambah yang diperoleh akan lebih tinggi sekaligus dapat memecahkan pencemaran lingungan dan mengatasi kekurang pakan ternak. Limbah pasar salah satunya adalah limbah sayuran. Limbah sayuran adalah bagian dari sayuran atau sayuran yang sudah tidak digunakan atau dibuang. Limbah sayuran terdiri dari limbah daun bawang, seledri, sawi hijau, sawi putih, kol, limbah kecambah kacang hijau, klobot jagung, daun kembang kol, ampas kelapa parut, dan masih banyak lagi. Limbah pasar juga terdapat limbah yang berasal dari buah-buahan, misalnya limbah buah semangka, melon, pepaya, jeruk, nanas, apel, dan lain-lain. Pada pemisahan, sampah organik yang telah dipisahkan selanjutnya di cacah dengan alat atau mesin pencacah agar bentuknya lebih kecil dan untuk memudahkan fermentasi. Fermentasi dimaksudkan untuk meningkatkan kandungan gizi dan nilai cerna sampah, karena kandungan gizi sampah umumnya rendah tetapi serat kasarnya relatif tinggi. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan inokulan bakteri dan cara yang tepat agar diperoleh produk yang bermutu tinggi. Setelah difermentasi, sampah dikeringkan dengan dijemur lalu digiling hingga menjadi tepung. Selanjutnya tepung sampah ditambah bahan lain termasuk enzim dan diaduk dalam mesin pencampur, sehingga diperoleh pakan komplit yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Apabila diperlukan, semua bahan yang sudah dicampur dibentuk pelet. Pelet pakan ternak dapat disimpan hingga 6 bulan.
Keuntungan ekonomi dari daur ulang tersebut menurut hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, menunjukkan bahwa penggunaan pakan komplit berbahan baku sampah sebanyak 1,5% dari bobot badan pada sapi bali selama 5 bulan memberikan pertambahan bobot badan rata-rata 650 gram per hari. Secara ekonomis pemanfaatan sampah untuk pakan ini sangat prospektif mengingat bahan dan biaya produksinya relatif murah. Sedangkan efeknya terhadap pertumbuhan sapi cukup baik. Berdasarkan analisis ekonomi menggemukkan sapi dengan ransum komplit dengan berbahan baku sampah memberikan keuntungan 200% dibandingkan dengan cara tradisional.
Minggu, 03 November 2013
Sampah Anorganik
Sekarang kami akan membahas tentang sampah anorganik.
Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme di tanah sehingga menyebabkan proses penghancuran berlangsung lama. Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, misalnya mineral, minyak bumi, ataupun proses dari industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam, seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat organik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam tetapi ada sebagian yang dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol, botol plastik, kaleng, dan sebagainya. Untuk jenis sampah anorganik sendiri misalnya potongan-potongan logam, pecahan gelas, kaleng bekas, botol bekas, kertas, dan lain-lain. Sampah anorganik memiliki dampak seperti gangguan kesehatan, menurunnya kualitas lingkungan, menurunnya estetika lingkungan, dan terhambatnya pembangunan negara. Sampah anorganik dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena sampah dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan menimbulkan penularan berbagai penyakit. Sedangkan sampah anorganik dapat menurunkan estetika lingkungan karena sampah yang bau, kotor, dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah dipandang mata.
Sampah anorganik tidak dapat didegradasi secara alami. Untuk menanggulanginya kita dapat melakukan daur ulang. Ada beberapa sampah anorganik yang dapat didaur ulang, yaitu kertas, botol, dan plastik.
1.Sampah kertas
Sampah ini dapat dikumpulkan menjadi 1 bagian. Kumpulan sampah kertas dapat dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan. Seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang. Selain itu, sampah yang didaur ulang akan menghasilkan produk yang dikelompokkan menjadi corrugated (bahan pembungkus barang), newsprint (kertas koran), mixed (dengan warna yang berbeda) dan kertas kerja atau office paper. Jenis produk kertas daur ulang ditentukan oleh limbah kertas yang digunakan sebagai bahan bakunya.
2. Sampah botol
Botol beling mempunyai nilai yang tinggi apalagi jika masih utuh. Jika tidak utuh masih dapat didaur ulang dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak menjadi botol baru. Selain didaur ulang menjadi botol yang baru, botol yang utuh dapat digunakan sebagai kerajinan, misalnya kerajinan botol lukis.
3. Sampah plastik
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya penekanan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan memakai kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah.
Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme di tanah sehingga menyebabkan proses penghancuran berlangsung lama. Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, misalnya mineral, minyak bumi, ataupun proses dari industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam, seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat organik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam tetapi ada sebagian yang dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol, botol plastik, kaleng, dan sebagainya. Untuk jenis sampah anorganik sendiri misalnya potongan-potongan logam, pecahan gelas, kaleng bekas, botol bekas, kertas, dan lain-lain. Sampah anorganik memiliki dampak seperti gangguan kesehatan, menurunnya kualitas lingkungan, menurunnya estetika lingkungan, dan terhambatnya pembangunan negara. Sampah anorganik dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena sampah dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan menimbulkan penularan berbagai penyakit. Sedangkan sampah anorganik dapat menurunkan estetika lingkungan karena sampah yang bau, kotor, dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah dipandang mata.
Sampah anorganik tidak dapat didegradasi secara alami. Untuk menanggulanginya kita dapat melakukan daur ulang. Ada beberapa sampah anorganik yang dapat didaur ulang, yaitu kertas, botol, dan plastik.
1.Sampah kertas
Sampah ini dapat dikumpulkan menjadi 1 bagian. Kumpulan sampah kertas dapat dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan. Seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang. Selain itu, sampah yang didaur ulang akan menghasilkan produk yang dikelompokkan menjadi corrugated (bahan pembungkus barang), newsprint (kertas koran), mixed (dengan warna yang berbeda) dan kertas kerja atau office paper. Jenis produk kertas daur ulang ditentukan oleh limbah kertas yang digunakan sebagai bahan bakunya.
2. Sampah botol
Botol beling mempunyai nilai yang tinggi apalagi jika masih utuh. Jika tidak utuh masih dapat didaur ulang dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak menjadi botol baru. Selain didaur ulang menjadi botol yang baru, botol yang utuh dapat digunakan sebagai kerajinan, misalnya kerajinan botol lukis.
3. Sampah plastik
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya penekanan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan memakai kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah.
Langganan:
Postingan (Atom)